UNSUR INTRINSIK
NOVEL AZAB DAN
SENGSARA
Judul :
AZAB DAN
SENGSARA
Tema : Kehidupan
Alur : Alur maju / progresif
Tokoh : Utama : Marianim
Figuran
|
:
|
Ibu Sutan
Baringin
Nuria
Kasibun
Aminuddin
Ibu Aminuddin
Baginda
Diatas
|
Watak : Marianim : Sabar dan Patuh
St.Baringin :
Suka berfoya-foya dan angkuh
Ibu St.Baringin : Baik hati
Nuria :
Ramah
Kasibun :
Lelaki hidung belang dan jahat
Ibu Aminuddin :
Pasrah
Baginda Diatas : Licik
Latar : Tempat :
Kota Sipirok
Suasana : Menyedihkan
Waktu : Masa lampau
Sudut pandang : Orang ketiga
Amanat : Harus sabar dan
tabah menjalani kehidupan, walaupun
hidup tak semanis
yang diinginkan.
UNSUR INTRINSIK
“ MISTERI GADIS TAK BERNAMA ”
1.
TEMA : DENDAM
2.
PENOKOHAN :
A.
NYONYA
ZAENAL = seorang pembeli yang
crewet
CITRA
SUHENDAR = pemilik butik citra
seorang janda, ia menolong
Orang yang
tidak diketauhi latar belakang
B.
ANI =
cantik dan misterius, tidak ada yang tahu
persis
sia[pa ia seharusnya
C.
JOHAN = supel,
mudah, dan mudah bergaul
D.
DANI
BURHAN = plin plan,
baik, suka menolong
E.
PAK
BURHAN = egois, suka
marah – marah
F.
ROY
SUHENDAR = tampan, gagah,
khas type pria sukses
G.
TITIN
SUKANDAR =crewet. Mudah putus
asa
H.
KAPTEN
POLISI =tangguh, tanggung
jawab
I.
GOZALI = jujur,
tanggung jawab
J.
MBAK
SRI = baik,
pemurah, lugu
K.
SYAHRIR = penakut
L.
SELVI,KRISTI,EVI,TINA,WAHYU,MAYA,DEWI
baik, setia kawan, tidak
sombong
M.
DOKTER
LEO = baik, jujur
UNSUR
INTRINSIK NOVEL
SALAH
PILIH
Judul Novel : Salah Pilih
Pengarang : Nur Sutan
Iskandar
Penerbit : Balai Pustaka, Jakarta
Tahun Terbit : 1928 cetakan
pertama
Unsur
Intrinsik Novel
1.
Tema
Secara
umum, tema dari novel yang berjudul Salah Pilih adalah Kesalahan Menentukan
Pujaan Hati
2.
Latar
a.
Latar
Tempat
|
:
|
Sebagian besar
di daerah Minangkabau yaitu Maninjau, Sungaibatang, Bayur, dan Bukittinggi.
Sebagian juga berada di Pulau Jawa
|
b.
Latar
Waktu
|
:
|
Siang hari
|
c.
Latar
Suasana
|
:
|
Mengharukan
|
3.
Penokohan
a.
Asri memiliki
watak patuh terhadap orang tua, penyayang, lapang dada, sabar, terpelajar, dan
berbudi baik
b.
Asnah memiliki
watak baik, berbudi luhur, ramah, sopan, lembut, pemaaf, patuh kepada orang
tua, dam sedikit tertutup
c.
Mariati memiliki
watak baik hati walau terkadang sikapnya ketus dan asam dan penyayang
d.
Sitti Maliah
memiliki watak baik hati dan penyayang
e.
Saniah (Istri
Asri) memiliki watak pandai berpura-pura, angkuh, bicaranya kasar, dan suka
menyindir
f.
Rusiah (Kakak
Saniah) memiliki watak sabar, berbudi baik, dan lembut
g.
Rangkayo Saleah
(Ibu Saniah) memiliki watak angkuh, sombong, dan tinggi hati
h.
Dt. Indomo (Ayah
Saniah) memiliki watak baik hati, penakut, dan kurang tegas
i.
Kaharuddin
(Kakak Saniah) memiliki watak rendah hati dan tidak sombong
j.
Mariah memiliki
watak baik hati dan penyayang
k.
Dt. Bendahara
memiliki watak teguh pendirian tetapi egois
4.
Alur
Novel
tersebut disusun dengan alur maju karena jalinan cerita disusun dari awal
sampai akhir.
5.
Amanat
Berpikirlah
dengan bijak dan jangan mengambil keputusan secara tergesa-gesa agar tidak
menjadi orang yang menyesal di kemudian hari.
6.
Sudut Pandang
Novel
ini menggunakan sudut pandang orang ketiga karena
menggunakan nama orang.
7.
Gaya Bahasa
Novel ini sebagian
besar menggunakan Bahasa Melayu dan terdapat
sebagian kata yang tidak dipahami dalam Bahasa Indonesia, serta novel ini
terdapat beberapa pribahasa.
UNSUR INTRINSIK
NOVEL (SITI NURBAYA)
Siti Nurbaya ( Kasih Tak Sampai
)
Pengarang : Marah Rusli
Penerbit : Balai Pustaka
Tahun Terbit : 1992
Tempat Terbit : Jakarta
Tebal : 271 halaman
Pelaku : Siti Nurbaya, Samsulbahri,
Datuk Maringgih, Baginda Sulaiman, dan Sultan Mahmud.
UNSUR INTRINSIK:
Tokoh
dan Karakter Tokoh
Istilah tokoh menunjuk pada
orangnya, pelaku cerita, sedangkan watak, perwatakan, atau karakter menunjuk
pada sifat dan sikap para tokoh yang menggambarkan kualitas pribadi seorang
tokoh. Tokoh cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampai
pesan, amanat, atau sesuatu yang sengaja ingin disampaikan kepada pembaca.
Secara umum kita mengenal tokoh protagonis dan antagonis.
Karakter dan sifat Tokoh-tokoh pada
Novel:
Siti Nurbaya : baik, rela berkorban demi ayahnya.
Samsulbahri : baik, bijak, rela berkorban demi Siti Nurbaya.
Baginda Sulaiman : Pasrah pada nasib, kurang bijak, rela
mengorbankan anaknya demi membayar hutang.
Sultan Mahmud : Kurang berpikir panjang, tidak bijak dan terlanjur
terburu-buru dalam membuat keputusan.
Datuk Maringgih : culas, moralnya bobrok, serakah,
jahat, biang masalah.
Latar
Latar dalam sebuah cerita menunjuk
pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya
peristiwaperistiwa yang diceritakan. Latar memberikan pijakan cerita secara
konkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada
pembaca, menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan
terjadi. Unsur latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok, yaitu sebagai
berikut:
Latar Tempat
Latar tempat merujuk pada lokasi
terjadinya peristiwa. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa
tempat-tempat dengan nama tertentu.
Latar tempat dalam Novel: Di kota Padang
dan di Stovia, Jakarta (tempat sekolah Samsulbahri)
Latar Waktu
Latar waktu berhubungan dengan
"kapan" terjadinya peristiwaperistiwa yang diceritakan.
Latar Waktu dalam Novel: pada masa
dimana Kota Padang masih terjadi banyak huru hara juga saat dimana moral masih
bobrok.
Latar Sosial
Latar sosial merujuk pada hal-hal
yang berhubungan dengan perilaku kehidupan dosial masyarakat di suatu tempat
yang diceritakan dalam karya fiksi. Latar sosial dapat berupa kebiasaan hidup,
istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap,
serta hal-hal lainnya.
Latar Sosial dalam Novel: Merupakan
banyak mengandung unsur adat-istiadat Melayu.
Alur (Plot)
Alur adalah urutan peristiwa yang
berdasarkan hukum sebab akibat. Alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi,
akan tetapi menjelaskan mengapa hal ini terjadi. Kehadiran alur dapat membuat
cerita berkesinambungan. Oleh karena itu, alur biasa disebut juga susunan
cerita atau jalan cerita. Ada dua cara yang dapat digunakan dalam menyusun
bagianbagian cerita, yakni sebagai berikut. Pengarang menyusun
peristiwa-peristiwa secara berurutan mulai dari perkenalan sampai penyelesaian.
Susunan yang demikian disebut alur maju. Urutan peristiwa tersebut meliputi:
- mulai melukiskan keadaan :
Saat ayah siti Nurbaya masih sukses.
(Bukti: Ibunya meninggal saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa
dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa
dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat
disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang.
Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama
Datuk Maringgih.)
- peristiwa-peristiwa mulai
bergerak:
Datuk Maringgih mulai culas. (Bukti:
Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal
itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk
melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar
semua kios milik Baginda Sulaiman. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda
Sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk
Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikannya. Datuk Maringgih
mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya.
Boleh hutang tersebut dapat dianggap lunas, asalkan Baginda Sulaiman mau
menyerahkan Siti Nurbaya, puterinya, kepada Datuk Maringgih.)
- keadaan mulai memuncak :
Samsulbahri mengetahui nasib Siti
Nurbaya. (Bukti: Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang
cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka dan
berkulit kasar seprti kulit katak. Lebih sedih lagi ketika ia teringat
Samsulbahri, kekasihnya yang sedang sekolah di stovia, Jakarta. Sungguh berat
memang, namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan
kehormatan dirinya. Samsulbahri yang berada di Jakata mengetahui peristiwa yang
terjadi di desanya, terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang
menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya.)
- mencapai titik puncak :
Samsulbahri dan Datuk Maringgih
saling bunuh. (Bukti: Sepuluh tahun kemudian, dikisahkan dikota Padang sering
terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan
orang-orangnya. Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk
melakukan pengamanan. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas
segera menyerbu kota Padang. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu
keributan tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Datuk Maringgih
jatuh tersungkur, namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Samsulbahri
dengan parangnya.)
- pemecahan masalah/ penyelesaian :
setelah membunuh Datuk Maringgih,
Samsulbahri pun akhirnya tewas tanpa mendapatkan gadis pujaannya Siti Nurbaya.
(Bukti: Samsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Pada
saat-saat terakhir menjelang ajalnya, ia meminta dipertemukan dengan
ayahandanya. Tetapi ajal lebih dulu merenggut sebelum Samsulbahri sempat
bertemu dengan orangtuanya dan Siti Nurbaya yang telah mendahuluinya.)
Sudut Pandang
Sudut pandang adalah visi pengarang
dalam memandang suatu peristiwa dalam cerita. Untuk mengetahui sudut pandang,
kita dapat mengajukan pertanyaan siapakah yang menceritakan kisah tersebut? Ada
beberapa macam sudut pandang, di antaranya sudut pandang orang pertama (gaya
bercerita dengan sudut pandang "aku"), sudut pandang peninjau (orang
ketiga), dan sudut pandang campuran. Sudut Pandang dalam Novel : sudut pandang
orang ke-3.
Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah cara khas
penyusunan dan penyampaian dalam bentuk tulisan dan lisan. Ruang lingkup dalam
tulisan meliputi penggunaan kalimat, pemilihan diksi, penggunaan majas,dan
penghematan kata. Jadi, gaya merupakan seni pengungkapan seorang pengarang
terhadap karyanya.
Gaya Bahasa Novel: Gaya Bahasa novel
ini adalah Melayu.
Tema
Tema adalah persoalan pokok sebuah
cerita. Tema disebut juga ide cerita. Tema dapat berwujud pengamatan pengarang
terhadap berbagai peristiwa dalam kehidupan ini. Kita dapat memahami tema
sebuah cerita jika sudah membaca cerita tersebut secara keseluruhan.
Tema Novel: Tema Novelnya adalah
kisah cintayang tak kunjung padam dari sepasang anak manusia yaitu Siti Nurbaya
dan Samsulbahri.
Amanat
Melalui amanat, pengarang dapat
menyampaikan sesuatu, baik hal yang bersifat positif maupun negatif. Dengan
kata lain, amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang berupa
pemecahan atau jalan keluar terhadap persoalan yang ada dalam cerita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar