BAB
I
PENDAHULUAN
I. Latar
Belakang
Teori evolusi menjadi semacam landasan ilmiah bagi
materialisme, dasar pijakan ideologi komunisme. Dengan merujuk teori evolusi,
komunisme berusaha membenarkan diri dan menampilkan ideologinya sebagai sesuatu
yang logis dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus
komunisme, menuliskan The Origin of Species, buku Darwin yang mendasari teori
evolusi dengan “Inilah buku yang berisi landasan sejarah alam bagi pandangan
kami”1.
Namun faktanya, temuan-temuan baru ilmu pengetahuan modern
telah membuat teori evolusi, dogma abad ke-19 yang
menjadi dasar pijakan segala bentuk ajaran kaum materialis, menjadi tidak
berlaku lagi, sehingga ajaran ini — utamanya pandangan Karl Marx — benar-benar
telah ambruk. Ilmu pengetahuan telah menolak dan akan tetap menolak hipotesis
materialis yang tidak mengakui eksis-tensi apa pun kecuali materi. Dan ilmu
pengetahuan menunjukkan bahwa segala yang ada merupakan hasil ciptaan sesuatu
yang lebih tinggi.
Perlu diketahui bahwa evolusionis tidak memiliki bantahan
terhadap buku yang sedang Anda baca ini. Mereka
bahkan tidak akan berusaha membantah karena sadar bahwa tindakan seperti itu
hanya akan membuat setiap orang semakin paham bahwa teori evolusi hanyalah
sebuah kebohongan.
II.
RumusanMasalah
- Sejarah Evolusi Manusia ?
- Perbandingan antara manusia primate, manusia purba, dan manusia modern?
III.
Tujuan
1.
Menjelaskan
tentang evolusi manusia
2.
Menjelaskan
perubahan dan perbandingan manusia dari zaman ke zaman
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Evolusi Manusia
Evolusi manusia, atau
Anthropogenesis, merupakan bagian dari evolusi biologi yang mengenai munculnya
homo sapiens. Ini merupakan subyek yang luas penyelidikan ilmiah yang berusaha
memahami dan menjelaskan bagaimana perubahan ini terjadi. Studi dari evolusi
manusia meliputi berbagai ilmu pengetahuan, terutama fisik antropologi,
linguistik dan genetika. Beberapa typological spesies Homo telah berkembang.
Termasuk Homo erectus yang menghuni Asia dan Homo neanderthalensis yang
menghuni Eropa. Archaic Homo sapiens berevolusi antara 400.000 dan 250.000
tahun yang lalu.
Studi genetik
menunjukkan bahwa primata bercabang (memisahkan diri) dari mamalia lain sekitar
85 juta tahun yang lalu pada periode Kapur Akhir, dan fosil paling awal muncul
di era Paleosen, sekitar 55 juta tahun yang lalu. Keluarga Hominidae bercabang
(memisahkan diri) dari keluarga Hylobatidae (Ungka) 15 sampai dengan 20 juta
tahun yang lalu, dan sekitar 14 juta tahun yang lalu, Ponginae (orangutan),
bercabang (memisahkan diri) dari keluarga Hominidae. Bipedalisme adalah
adaptasi dasar dari garis suku hominini, bipedal awal hominin diduga salah satu
Sahelanthropus atau Orrorin, bersama Ardipithecus, bipedal penuh muncul
kemudian. Gorila dan simpanse memisahkan diri sekitar waktu yang sama, sekitar
4-6 juta tahun yang lalu, Sahelanthropus atau Orrorin mungkin nenek moyang
terakhir manusia dengan dengan mereka (gorila dan simpanse). Bipedal awal
akhirnya berkembang menjadi australopithecine dan kemudian berkembang lagi
menjadi genus Homo.
Dokumentasi awal dari
genus Homo adalah Homo Habilis yang berevolusi sekitar 2,3 juta tahun yang
lalu; spesies yang dipercaya telah menggunakan alat-alat dari batu. Volume otak
dari homininid awal seukuran dengan simpanse. Selama jutaan tahun berikutnya
proses ensefalisasi dimulai, dimasukkannya Homo Erectus dalam catatan fosil,
kapasitas tengkorak telah dua kali lipat menjadi 850 cm3. Homo erectus dan Homo
ergaster adalah homininae awal yang meninggalkan Afrika, dan spesies ini
menyebar melalui Afrika, Asia, dan Eropa antara 1,3 juta – 1,8 juta tahun yang
lalu. Homo rhodesiensis, atau Homo antecessor dan bermigrasi keluar benua
Afrika sekitar 50.000 sampai 100.000 tahun yang lalu, menggantikan populasi
lokal Homo erectus, Homo Denisova, Homo floresiensis, dan Homo
neanderthalensis.
Homo sapiens kuno,
leluhur manusia modern secara anatomis, berevolusi antara 400.000 dan 250.000
tahun yang lalu. Bukti DNA terbaru menunjukkan bahwa beberapa haplotipe asal
Neanderthal hadir di antara semua populasi non-Afrika; dan Neanderthal serta
hominid lainnya, seperti Hominin Denisova mungkin telah berkontribusi hingga 6%
dari genom mereka untuk manusia masa kini. Manusia beranatomi modern berevolusi
dari Homo sapiens kuno di era pertengahan Paleolitikum sekitar 200.000 tahun
yang lalu. Transisi ke perilaku modern dengan perkembangan budaya simbolik,
bahasa, dan teknologi batu terjadi sekitar 50.000 tahun yang lalu menurut
banyak antropolog[16] meskipun ada beberapa antropolog meyakini perubahan
kebiasaan tersebut terjadi bertahap dalam jangka waktu yang lebih lama.
B.
Perbandingan Antara Manusia Primate, Manusia Purba, Dan
Manusia Modern
A. Primata.
Pada tahun 1871, Charles Darwin menerbitkan bukunya
yang berjudul The Descent Of Man yang berisi tentang asal usul manusia.
Pendapat Darwin tersebut didasarkan atas adanya hubungan kekerabatan antara
manusia dengan primata. Hubungan kekerabatan tersebut juga dapat dilihat antara
manusia (Hominidae) dan orang utan (Pongidae). Di antara bentuk
persamaan tersebut dapat Anda lihat struktur tubuhnya, antara lain:
- Mata menghadap ke depan;
- Memilki kelenjar susu yang terletak di dada;
- Memiliki struktur, jumlah, dan macam kerangka yang sama;
- Organ darah mempunyai susunan kimia yang sama;
- Bentuk rahim dengan tipe simpleks.
Selain
persamaan di atas, juga terdapat perbedaan antara keduanya. Perbedaan tersebut
dapat Anda lihat pada Tabel di bawah ini :
Perbedaan Antara Manusia (Hominidae)
dan Orang Utan (Pongidae)
Struktur Tubuh
|
Manusia (Hominidae)
|
Orang Utan (Pongidae)
|
Kedudukan
tengkorak
|
Tepat di ujung tulang belakang
|
Sebelah depan ujung tulang
belakang
|
Rahang
|
Berbentuk seperti huruf V
|
Berbentuk seperti huruf U
|
Gigi
|
Ukuran dan tinggi sama
|
Ukuran dan tinggi tidak sama
|
Tulang
belakang
|
Tegak dan kuat
|
Bengkok
|
Tangan
|
Lebih pendek dari kaki
|
Lebih panjang dari kaki
|
Kaki
|
Untuk berjalan
|
Untuk berjalan dan memegang
|
Ibu
jari kaki
|
Tidak dapat bergerak bebas
|
Dapat bergerak bebas
|
Pelvis
|
Lebar dan kuat
|
Sempit dan memanjang
|
Agar lebih jelas tentang struktur tubuh di atas, Anda dapat
membandingkannya secara langsung. Pergilah ke kebun binatang, kemudian amati
struktur tubuh dari orang utan. Hasilnya dapat Anda catat di buku tugas dan
kemudian dapat dibuat suatu kesimpulan.
B. Manusia
purba.
Fosil manusia purba ditemukan di berbagai tempat. Penemuan
tersebut dapat menunjukkan suatu perbandingan dan mengetahui perkembangan
evolusi yang terjadi. Di antara penemuan yang ada adalah sebagai berikut.
1.
Manusia
kera Afrika Selatan.
Beberapa
fosil manusia kera dari Afrika Selatan ditemukan oleh Raymond Dart (1829
– 1924). Beberapa penemuan tersebut antara lain Australopithecus africanus,
Paranthropus robustus, Plesianthropus transvelensis. Menurut Raymond
Dart, manusia kera Afrika Selatan memiliki karakteristik antara lain:
1. Dapat
berdiri tegak dan berjalan dengan dua kaki;
2. Memiliki
tinggi badan kurang lebih 1,5 meter;
3. Memiliki
volume otak hanya sekitar 450 – 600 cm3;
4. Habitat
hidup di tempat terbuka.
2. Manusia Kera Afrika Timur.
Fosil ini ditemukan oleh Leakey dan diberi
nama Australopithecus boisai yang memiliki ciri-ciri antara lain
berbadan lebih kekar, gigi, dan tulang rahang lebih kuat. Penemuan lain adalah
jenis Australopithecus habilis yang memiliki ciri-ciri antara lain:
1) Memiliki
volume otak yang lebih besar dibandingkan manusia kera Afrika yang lain yaitu ±
650 cm3, sehingga intelegensinya lebih tinggi;
2) Sudah
menggunakan alat bantu untuk memotong dari batu.
3) Manusia
Jawa. Fosil manusia Jawa ditemukan oleh Eugene Dubois,
yang merupakan ahli anatomi dan geologi dari Belanda. E. Dubois menemukan
fosil tersebut di daerah Trinil, Jawa Timur pada tahun 1894.
Penemuan ini dilakukan oleh C.R. Von Koenigswald di
daerah Mojokerto dan Sangiran. Hasil penemuan Koenigswald tersebut diberi nama Pithecanthropus
erectus. Manusia Jawa yang ditemukan tersebut memiliki ciri-ciri antara
lain:
1. Dapat
berdiri dan berjalan dengan dua kaki;
2. Memiliki
volume otak kurang lebih 770 – 1000 cm3;
3. Dapat
berkomunikasi dengan berbicara;
4. Dapat
membuat alat berburu dan menggunakan api;
5. Hidup
kurang lebih 500.000 s.d. 300.000 tahun yang lalu.
3.
Manusia
Peking
Penemuan fosil manusia purba dilakukan oleh Davidson
Black (Canada) dan Franz Weiden Reich (Amerika) pada
tahun 1920. Penemuan manusia purba tersebut berada di Gua Kapur, Peking. Hasil
penemuan tersebut diberi nama Sinanthropus pekinensis. Ciri-ciri
manusia Peking tersebut antara lain:
1. Memiliki
volume otak yang agak besar yaitu kurang lebih 900–1200 cm3;
2. Diperkirakan
hidup sekitar 500.000 tahun yang lalu;
3. Mampu
menggunakan senjata dan perkakas dari tulang dan batu;
4. Sudah
menggunakan api;
5. Mempunyai
kebudayaan yang lebih maju.
6. Homo
sapiens. Penemuan homo sapiens oleh eugene dubois yaitu homo
wajakensis yang ditemukan di desa wajak, jawa timur pada tahun 1889.
Spesies ini diperkirakan hidup kurang lebih 40.000 tahun.
C.
Manusia
Modern
Manusia
modern memiliki ciri-ciri antara lain:
- Memiliki volume otak ± 1400 – 1500 cm3;
- Memiliki tinggi badan ± 1,6 m;
- Memiliki peradaban yang maju;
- Mempunyai peralatan yang lebih baik;
- Suka berburu;
- Sudah terdapat hubungan sosial dan upacara ritual;
- Diperkirakan hidup sekitar 100.000 – 40.000 tahun yang lalu.
Dari ciri-ciri tersebut, Anda dapat melihat suatu
perkembangan terjadi menuju bentuk manusia yang lebih baik. Dari penjelasan
mengenai berbagai sejarah evolusi manusia tersebut, Anda akan memiliki gambaran
tentang perkembangan dari generasi ke generasi sehingga membentuk manusia yang
lebih sempurna seperti sekarang.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Evolusi kehidupan didasarkan pada temuan adanya kemiripan
antarspesies makhluk hidup. Perbedaan yang sifatnya gradual sangat mungkin
disebabkan oleh seleksi alam. Alasannya, hanya keturunan yang mampu beradaptasi
dengan lingkungannya yang akan mampu bertahan. Secara ilmiah sebagai manusia
adalah sejak generasi Homo erektus. Ukuran otak yang besar memberikan indikasi
kemampuan berpikir yang lebih kuat. Kemampuan berbicara dan berkomunikasi pun
sudah cukup maju. Interaksi sosial mulai tumbuh dan makin kompleks.
Kehadirannya berdampak pada berbagai spesies. B. Saran Ilmu merupakan imamnya
amal, sehingga untuk berbuat sesuatu agar berhasil lebih baik dan tanpa
kesulitan, seseorang harus memahami atau menguasai ilmunya, terlebih dahulu
serta mengahantarkan seseorang ke tingkat keimanan yang lebih tinggi dan
ketakwaan sepenuhnya kepada sang pencipta. Sehubung dengan pembuatan tugas ini,
kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak,
untuk di jadikan landasan dalam penyempurnaan tugas ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar