Minggu, 23 Februari 2014

KARYA ILMIAH KESENIAN TRADISIONAL


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada masa – masa ini, pengaruh kebudayaan asing amat kuat mempengaruhi kebudayaan di Negara kita, Hal tersebut memang tidak dapat kita ingkari lagi. Kenyataannya pun dapat kita lihat dalam kehidupan sehari – hari. Gambaran kita akan lebih jelas lagi jika mengamati berbagai kesenian asing yang masuk, mempengaruhi, dan akhirnya banyak diminati di Negara kita ini. Kelompok yang paling peka dalam hal ini adalah kelompok remaja.

Remaja sebagai kelompok individu yang sedang dalam masa mencari identitas diri, selalu cenderung mencari hal – hal yang baru, yang dapat membuat mereka menjadi orang modern. Mereka tidak ingin ketinggalan zaman, sehingga ada kecenderungan untuk mudah menerima hal – hal yang berbau “modern” termasuk kesenian asing yang masuk ke negeri kita. Kita dapat menyebutkan contohnya, seperti breakdance, disco, moderndance, dan sebagainya.
Di Surabaya khususnya, jarang sekali kita jumpai pertunjukan ludruk, ketoprak, atau wayang kulit/orang berjalan dengan sukses atau banyak peminatnya. Dari penonton yang sedikit itu, jumlah penonton dari kalangan remaja pun dapat di hitung dengan jari. Sebaliknya, jika tontonan itu berupa disco, breakdance, moderndance, dan sejenisnya penonton remaja meluap. Mengapa hal itu terjadi ? Apakah kondisi ini dapat dijadikan sebagai petunjuk bahwa remaja kita saat ini kurang berminat dengan kesenian tradisional.

1.2  Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan, untuk :
1.      Mengetahui minat remaja Surabaya terhadap kesenian tradisional, terutama ludruk, ketoprak, wayang kulit, dan wayang orang.
2.      Mengetahui penyebab kurangnya minat remaja Surabaya terhadap kesenian tradisional.





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hakikat Kesenian Tradisional
Kesenian tradisional adalah kesenian rakyat yang berasal dari kehidupan masa lalu. Kesenian tersebut dituangkan ke dalam bentuk – bentuk pementasan dengan tekhnik – tekhnik tertentu dan dengan karakteristik tertentu pula.

B.  Wayang
Cerita- cerita wayang, baik wayang orang maupun wayang kulit diambil dari kitab mahabrata atau Ramayana. Jenis cerita ini sangat terbatas dan tidak dapat menampilkan hal – hal atau cerita – cerita baru yang sesuai dengan perkembangan zaman kini.

C.    Ketoprak
Ketoprak lebih banyak mengambil cerita dari kehidupan masa lalu, terutama yang berhubungan dengan kerajaan – kerajaan, misalnya sejarah suatu kerajaan, legenda rakyat, dan sebagainya. Penokohan dalam ketoprak agak bebas, tidak terpaku pada perwatakan tertentu seperti wayang. Meskipun demikian, ketoprak juga masih kurang mengembangkan cerita – ceritanya dengan bebas karena masih dibatasi norma – norma yang berlaku pada waktu itu.

D.   Ludruk
Ludruk merupakan bentuk kesenian yang mirip dengan sandiwara, hanya menggunakan bahasa jawa (biasanya dialek suroboyoan). Umumnya ludruk menceritakan kehidupan rakyat berupa tragedy, tetapi tidak jarang pula menceritakan drama rumah tangga, bahkan juga legenda. Dalam mengembangkan cerita, ludruk lebih longgar dibandingkan wayang maupun ketoprak.

E.    Kelompok Masyarakat Kesenian Tradisional
Masyarakat dapat dikelompokan sebagai berikut :
a)      Kelompok Pendukung
b)      Kelompok Bukan Pendukung
c)      Kelompok Acuh Tak Acuh




BAB III
PROSES PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan angket kepada para remaja di Surabaya. PEngisian angket dilakukan melalui wawancara.
Responden yang terpilih adalah responden yang memenuhi syarat, anatara lain :
Tinggal di Surabaya, pelajar SMP/SMA atau yang telah berumur 13-19 tahun, dan mengerti jenis – jenis kesenian tradisional setempat. Pemilihan responden dilakukan secara acak dan tanpa pembatasan jumlah. Meskipun demikian, penyebarannya tetap merata, meliputi berbagai lapisan remaja, yaitu : Pelajar SMP Negeri dan Swasta, pelajar SMTK Negeri, remaja pun putus sekolah, dan anggota Karang Taruna.

A.    Lokasi Penelitan
Pengambilan lokasi responden dilakukan secara acak meliputi kecamatan Tegalsari, Gubeng, Sukolilo, Sawahan, dan Kenjeran.

B.      Cara Pengambilan Data
Pengambilan data dilakukan melalui beberapa car, yaitu : angket, wawancara, dan observal.

C.     Cara Menganalisis Data
Analisis data dilakukan dengan cara mengelompokan responden ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok pendukung, bukan pendukung, dan acuh tak acuh. Pengelompokan tersebut diperoleh dari hasil pertanyaan – pertanyaan angket yang di antaranya terdapat pertanyaan tertutup.
Dari hasil yang di dapatkan kemudian diadakan pengelompokan untuk setiap jenis kesenian tradisional. Kegiatan ini berguna untuk menentukan kelompok terbanyak. Untuk mengambil kesimpulan tentang minat remaja di Surabaya terhadap kesenian tradisional, dapat dilihat dari hasil analisis data. Jika kelompok pendukung lebih banyak daripada kedua kelompok yang lain maka minat remaja tersebut terhadap kesenian yang dimaksud dapat dikatakan besar. Sebalinya, jika kedua kelompok lain itu yang lebih besar maka dapat disimpulkan bahwa minta remaja terhadap kesenian tradisional itu kurang atau dapat dikatakan mereka tidak berminat.




BAB IV
HASIL PENELITIAN

A.    Hasil Observal
Responden : Penonton remaja yang hadir menonton pertunjukan. Observasi atau pengamatan dilakukan pada saat pertunjukan ketoprak, ludruk, wayang orang, dan wayang kulit berlangsung. Pengamatan dilakukan pada malam hari karena saat pertunjukan umumnya malam hari. Tujuan pengamatan adalah untuk :
-          Menghitung persentase penonton remaja dari seluruh penonton yang ada,
-          Mengamati teknik pertunjukan dan jalannya cerita
Adapun hasil pengamatan tersebut adalah sebagai berikut :
No
Jenis Kesenian
Tempat
Jumlah Penonton
Jumlah Penonton Remaja
Persentase

Ketoprak
Lap. Kalibokor
415
39
9,3%

Ludruk





Wayang
Orang





Wayang
Kulit





B.      Jumlah Penonton
Jumlah penonton setiap pertunjukan tidak selalu sama. Hal yang mempengaruhinya adalah lokasi, lamanya pertunjukan, dan judul cerita. Adapun hasil yang didapatkan dari angket tentang kesenian yang di sukai adalah sebagai berikut :
Kesenian yang di sukai
a)      Kesenian Modern                    50,28%
b)      Kesenian Tradisional               30,28%
c)      Kesenian Lain – Lain              19,44%

C.    Hasil Angket
a.       Angket I
Angket I adalah angket yang pertanyaannya bersifat umum dan terbuka. Angket ditujukan untuk mengetahui secara umum gambaran tentang kesenian tradisional dibandingkan dengan kesenian lainnya.
b.      Angket II
Angket ini berisi pertanyaan – pertanyaan yang bersifat tertutup, angket ini ditujukanuntuk mengetahui secara detail minat responden terhdap kesenian yang di teliti.

D.     Hasil Wawancara
Berdasarkan hasil wawancara dengan 20 orang remaja diperoleh data sebagai berikut. (1) 8% remaja menyukai kesenian traisional, (2) 75% menyukai kesenian modern, 17% menyukai kesenian lain. Mereka tidak menyukai kesenian tradisional karena kuno dan hanya cocok untuk orang tua.

E.      Analisi Data
Pengelompokan penjawab dibagi menjadi tiga, yaitu kelompok A: Kelompok pendukung, Kelompok B: Kelompok bukan pendukung, Kelompok C: Kelompok yang acuh tak acuh. Kelompok manakah yang banyak di dukung oleh responden ? Berdasrkan data selanjutnya dapat di hitung kelompok masyarakat yang termasuk memilih A,B,C.

1.      Ludruk
Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil:
Opsi A memperoleh skor 3, Opsi B memperoleh skor 4, dan Opsi C memperoleh skor

Dengan demikian, kelompok B lebih banyak daripada A, dan C. Berarti kelompok bukan pendukung lebih banyak disbanding dengan kelompok pendukung atau kelompok acuh tak acuh. Dengan kata lain, peminat (pendukung) kesenian ludruk lebih sedikit dibandingkan kelompok bukan pendukung.

2.      Ketoprak
Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil:
Opsi A memperoleh skor 2, Opsi B memperoleh skor 4, dan Opsi C memperoleh skor

Hal ini berarti kelompok bukan pendukung (B) dan kelompok acuh tak acuh (C) lebih banyak dibandingkan dengan kelompok yang mendukung (A).

3.      Wayang Orang
Berdasrkan perhitungan didaptkan hasil;
Opsi A memperoleh 3, Opsi B memperoleh skor 5, dan Opsi C memperoleh skor 2.

Hal ini berarti kelompok bukan pendukung (B) lebih banyak lalu disusul kelompok pendukung (A), kemudian yang paling sedikit adalah kelompok acuh tak acuh (C).

4.      Wayang Kulit
Berdasarkan perhitungan didaptkan hasil;
Opsi A memperoleh skor 0, Opsi B memperoleh skor 5, dan Opsi C memperoleh skor

Artinya leompok bukan pendukung (B) dan kelompok acuh tak acuh (C) sama banyaknya, sedangkan kelompok pendukung (A) tidak ada sama sekali.





BAB 5
PEMBAHASAN

Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa remaja Surabaya kurang berminat terhadap keempat kesenian tradisional tersebut. Hal ini didasarkan pada:

1.      Hasil Observasi
Persentase jumlah penonton remaja sebagai berikut :
·         Ketoprak                 : 8,196%
·         Ludruk                    : 14,86%
·         Wayang Orang       : 11,66%
·         Wayang Kulit         : 10,06%
Persentase di atas termasuk kecil jika dibandingkan dengan jumlah penonton yang bukan remaja.

1.      Hasil Angket I
Para remaja lebih menyukai kesenian modern, termasuk jenis music modern. Kesenian tradisional, (ludruk, ketoprak, wayang orang, wayang kulit)yang menggunakan music tradisional, sangat sedikit peminatnya.

2.      Hasil Angket III
Berdasarkan analisis didapatkan hasil sebagai berikut :
·         Ludruk : Mempunyai kelompok yang bukan pendukung paling banyak jika dibandingkan dengan kelompok pendukung dan kelompok acuh tak acuh
·         Ketoprak : Mempunyai kelompok bukan pendukung dan kelompok acuh tak acuh yang paling banyak jika dibandingkan dengan kelompok pendukung.
·         Wayang Orang : Mempunyai kelompok bukan pendukung paling banyak jika dibandingkan dengan kelompok pendukung dan kelompok acuh tak acuh.
·         Wayang Kulit : Mempunyai kelompok bukan pendukung yang sama banyaknya dengan kelompok acuh tak acuh dan tidak terdapt kelompok pendukung.



BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
  
A.  Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :
1.      Jenis kesenian tradisional (ketoprak, ludruk, wayang orang, wayang kulit) mempunyai kelompok pendukung paling sedikit.
2.      Secara umum, remaja di Surabaya kurang berminat terhadap kesenian tradisional.
3.      Berdasarkan hasil wawancara dengan para remaja, mereka kurang berminat terhadap kesenian tradisional karena hal – hal berikut :
·         Jenis music pengiringnya kurang disukai
·         Jalan ceritanya kurang di sukai
·         Tidak sesuai dengan selera remaja

B.     Saran
Berdasarkan Hasil – hasil penelitian diatas, peneliti menyarankan :
1.      Sebaiknya, Sedini mungkin kesenian tradisional diperkenalkan dengan cara memasukan kesenian tradisional ke dalam kurikulum sekolah
2.      Hendaknya ada usaha dari pemerintah untuk membuat wadah khusus guna menampung usaha – usaha pelestarian kesenian tradisional
3.      Hendaknya diusahakan penggunaan teknologi yang lebih canggih dan tekhnik – tekhnik pertunjukan yang modern (tanpa meninggalkan unsure dasarnya)
4.      Hendaknya selalu dicari usaha pengembangan kesenian tradisional agar dapat selalu mengikuti perkembangan zaman.

1 komentar: